"Saya sangat mendukung kegiatan tersebut terlebih hal ini senapas dengan Pembukaan UUD 1945. Kemerdekaan setiap bangsa adalah perjuangan kita, jadi aksi damai ini adalah protes keras kita kepada AS dan Israel bahwa Indonesia bersama Palestina, aksi ini saya kira akan diikuti jutaan massa damai yang cinta Palestina dan anti penjajahan," ujar Abdul Kharis dalam keterangan tertulis.
POlitisi PKS ini optimis bahwa aksi damai tersebut sangatlah efektif dalam menyampaikan aspirasi untuk membela Palestina dari penindasan kaum asing.
"Kegiatan ini murni menyuarakan solidaritas untuk Palestina damai dan kita di Indonesia jelas dari berbagai segmen, silahkan berbagai pihak hadir sebagai wujud kebersamaan kita mendukung Palestina dan membebaskan Baitul Maqdis. Karena itu silahkan semua hadir dari Presiden, Wapres, semua yang cinta Palestina sampai rakyat biasa juga boleh hadir," paparnya.
Terkait pengaruh dari aksi terhadap dunia internasional, Abdul Kharis optimis tidak akan berdampak negatif bagi negara terlebih Indonesia memang dikenal sebagai penganut politik bebas aktif.
"Indonesia itu menganut politik bebas aktif dan jelas kita juga dorong selain aksi damai juga Desember tahun lalu bersama 128 Anggota Majelis Umum PBB kita tolak rencana AS buka dubes di Jerusalem, kita juga dorong OKI dan semua negara yang mendukung kemerdekaan Palestina," imbuhnya.
Legislator asal Jawa Tengah ini meyakini dalam kegiatan tersebut pihak aparat hukum terkait juga telah mempersiapkan hal-hal yang diperlukan agar kegiatan tersebut dapat berjalan lancar tertib dan tidak mengganggu ketertiban serta kelancaran masyarakat lain.
"Saya yakin para panitia, Polri dan TNI sudah siap menghadirkan dan menjaga keamanan aksi damai ini, saya kira semua pihak termasuk peserta hadir dengan semangat damai mendukung Palestina dan menolak kebijakan AS yang akan membuka kedutaannya di Jerusalem, kita menolak segala penjajahan di muka bumi dan semua pihak menghormati resolusi PBB," demikian Abdul Kharis.
[rus]
BERITA TERKAIT: