"Makanya sejak awal kami mau berdialog dengan Bu Sri Mulyani, atau mempertemukan dia dengan Rizal Ramli dalam satu forum, kita lihat siapa yang benar," ungkap Irfan kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (9/5).
Pasalnya, Rizal Ramli sebagai Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur punya
track record menurunkan dolar saat rupiah anjlok pasca krisis ekonomi tahun 1997.
Forum debat tersebut sejatinya bukan mencari kalah menang melainkan sebuah solusi terhadap masalah perekonomian bangsa.
Salah satunya mengenai fenomena pelemahan nilai tukar rupiah saat ini.
"Ini masalah serius, pemerintah harus segera cari solusinya," tegas Irfan.
Maka dari itu, sambung dia tidak ada salahnya jika pemerintah menerima masukan dari para tokoh ekonomi senior termasuk Rizal Ramli.
Nilai tukar rupiah pada Senin (7/5) mencapai Rp 14.001 per dolar AS atau melemah 0,41 persen dibandingkan pekan lalu.
KAMMI menilai aneh jika pemerintah melalui Menko Perekonomian Darmin Nasution justru meminta masyarakat jangan panik dan khawatir dengan pelemahan rupiah tersebut.
"Kita disuruh enggak panik sama pemerintah, tapi faktanya sekarang begini, dolar mencapai Rp 14 ribu. Kami minta dialog antara Rizal Ramli dan Sri Mulyani harus dilaksanakan," tandas Irfan.
[rus]
BERITA TERKAIT: