"Kalau harus dimulai sekarang, industri perbankkan harus membuka pelung kredit bagi usaha peternakan kalajengking," kata peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (2/5).
Jokowi tak bisa lempas tanggung jawab atas pernyataannya itu. Jokowi juga harus segera menginstruksikan Kementerian Perdagangan untuk melalukan lobi-lobi bagi pasar racun kalajengking yang nantinya akan diproduksi di Indonesia.
"Kalau ini untuk pasar ekspor, pemerintah harus jelaskan apakah racun ini termasuk barang legal?" ucap Salamuddin.
Menteri Perindustrian pun, kata dia, harus segera mempersiapkan industri pendukung agar racun kalajengking tidak diekspor dalam bentuk bahan mentah.
Lebih lanjut, Salamuddin bilang Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Hanif Dakhiri mempersiapkan balai latihan kerja (BLK) sehingga peternak kalajengking Tanah Air mumpuni dan racun kalajengking yang diproduksi berkualitas tinggi.
"Lembaga-lembaga penelitian di bawah pemerintah harus memberi fokus kepada penelitian pengembangan komoditas kalajengking jenis racun paling mahal di dunia saat ini," tukasnya.
Diberitakan sebelumnya Jokowi melontarkan tips cepat kaya dengan memelihara kalajengking. Hal itu disampaikan Jokowi di acara Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrembangnas) dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2019 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (30/4).
Dalam pidatonya Jokowi memaparkan tentang komoditas yang paling mahal di dunia bukan emas, melainkan bisa kalajengking. Kata dia, bisa kalajengking ini berharga 10, 5 juta dolar AS per liter atau jika dirupiahkan mencapai Rp 145 miliar per liter.
Atas alasan itu dia meminta kepala daerah untuk mengumpulkan racun kalajengking jika ingin kaya, ketimbang harus korupsi uang rakyat.
"Pak gubernur, pak bupati, pak walikota kalau mau kaya cari racun kalajengking," ucap Jokowi.
[dem]