Begitu saran dari ekonom senior, Dr Rizal Ramli saat membacakan orasi kebangsaan pada acara Malam Budaya Manusia Bintang yang diadakan di Bumi Rafflesia itu.
Saran tersebut diberikan lantaran Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu merasa setiap kali berkunjung ke Bengkulu tidak menemukan ada perubahan yang signifikan.
"Kalau saya lihat Bengkulu, mohon maaf kepada Wakil Pak Gubernur, saya tiga kali ke sini dalam 15 tahun. Terus terang tidak banyak perubahan yang berarti. Tapi itu dapat dimaklumi karna sebelum-sebelumnya Bengkulu sangat terisolasi," ujarnya di Grage Horizon Hotel, Bengkulu, Minggu (29/4).
Hal tersebut, kata Rizal, tidak boleh lagi terjadi karena saat ini Bengkulu sudah memiliki jalur transportasi darat, laut, dan udara yang lebih bagus. Ia juga kaget saat melihat angka kemiskinan di Bengkulu sebesar 17 persen.
Menurut pria yang akrab disapa RR itu, kunci utama agar Bengkulu dapat berkembang adalah dengan meningkatkan sektor tourisme atau pariwisata.
"Bengkulu banyak keindahan yang luar biasa. Mungkin kita mesti pikirkan satu visi dimana Bengkulu ini bisa berkembang dengan pesat dan menurut hemat kami kuncinya adanya tourisme," lanjutnya.
Bengkulu dengan alam yang indah, variasi vegetasi yang luar biasa, dan banyak memiliki tempat sejarah harus dimanfaatkan dengan baik apalagi sejarah kolonialisme maupun perlawanan terhadap kolonialisme pernah terjadi di sini.
Tak hanya itu, Bengkulu juga memiliki nilai sejarah yang banyak. Sebab beberapa tokoh nasional seperti Bung Karno, Sentot Alibasa, dan Nasution pernah tinggal di Bengkulu.
Bengkulu, sambung RR, juga harus memperbaiki presentasi dari sektor pariwisata yang tampilannya masih jadul, seperti yang dilihatnya saat berkunjung ke rumah pembuangan Soekarno pada siang hari. Perbaikan presentasi, kata dia, merupakan cara menarik minat pengunjung dari dalam maupun luar negeri.
"Padahal teknik presentasi dari materi historis itu sekarang canggih-canggih secara digital tiga dimensi, foto-foto, dan lain-lainnya. Kalau itu dikembangkan banyak orang-orang Eropa akan datang ke sini," tukasnya.
[ian]