Ketua Umum Fatayat NU Anggia Ermarini menjelaskan bahwa banyak potensi perempuan yang dapat digali dari bagian timur Indonesia.
"Rejuvinasi itu kan artinya peremajaan, jadi kenapa kita usung tema ini karena harapan kita semua akan ada refreshment (penyegaran) dari gerakan komunitas perempuan," tutur Anggia saat membuka acara tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, ujar Anggoa, fenomena kemajuan teknologi banyak membuat perempuan hanyut di dalamnya tanpa berbuat sesuatu untuk masyarakat. Dengan kata lain, kemajuan teknologi belum maksimal digunakan untuk memberdayakan dan menggali potensi perempuan dengan baik.
"Seharusnya, teknologi bisa dimanfaatkan maksimal. Apalagi jika melihat potensi besar yang dimiliki Indonesia di bagian Timur yang sungguh luar biasa," jelasnya.
Demi mengakomodir minat dan bakat perempuan dalam memanfaatkan teknologi, Fatayat NU menggelar lomba fotografi peran perempuan di sektor ekonomi dalam acara ini.
Selain itu, Konbes juga membahas masalah problem internal dan eksternal. Problem internal di antaranya tentang kaderisasi dan keorganisasian.
"Sementara program eksternal lebih pada isu terkini yang sifatnya global," tukasnya.
Beberapa menteri kabinet kerja janji hadir dalam acara ini. Mereka di antaranya adalag Menpora Imam Nahrawi dan Menteri PDTT Eko Putro Sanjoyo.
Sementara dalam acara pembukaan pada Jumat (27/4), hadir Menteri Ristek Dikti RI, Muhammad Natsir, Ketua PBNU Robikin Emhas, dan pelaksana tugas (Plt) Gubernur Maluku Zeth Sahuburua.
[ian]
BERITA TERKAIT: