Menurutnya sebelum ada keputusan dari Rakornas, bisa saja banyak wacana muncul bahwa PAN berkolisi dengan kubu Jokowi atau berkoalisi dengan kubu Prabowo Subianto.
"Saya tegaskan bahwa nanti keputusan itu di Rakornas, pesertanya ada dari DPP, pengurus provinsi dan kabupaten, itulah yang memutuskan nanti, siapa calon presiden yang akan kami dukung, segala kemungkinan itu masih akan terjadi, belum ada satu keputusan yang fix yang kita ambil," ujar Bara di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (24/4).
Lebih lanjut Bara menekankan PAN tidak asal dalam mendukung seseorang. PAN memiliki pertimbangan yang rasional dalam mendukung seseorang menjadi pemimpin. Hal tersebut untuk kepentingan nasional dan masyarakat.
"Kami ingin calon presiden bisa cocok dengan kita dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa ini, soal kemiskinan, soal segala macam, dan kepentingannya justru kepentingan di atas semua golongan kami tidak hanya memperjuangkan satu golongan saja, satu suku saja, satu agama saja, tapi ini untuk kepentingan nasional, kepentingan bangsa secara keseluruhan," ujar Bara.
Saat disinggung mengenai kedekatan Amien Rais dengan Prabowo Subianto serta posisi Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang masih membuka ke Joko Widodo, Bara menilai PAN tidak mendukung berdasarkan kedekatan sesorang. Seperti yang dikatakannya, PAN memilih pemimpin berdasarkan pertimbangan yang rasional untuk kepentingan nasional.
"Lagi-lagi pertimbangannya itu yang rasional bukan berdasarkan personal like atau dislike, itu semua harus berdasarkan pertimbangan rasional melihat pertimbangan secara luas, kepentingan partai dan juga tentu kepentingan nasional," ujar Bara.
[nes]