AHY dan sang istri, Annisa Pohan disambut hangat oleh dua ribuan santriwan dan santriwati yang rata-rata terdiri dari kelas 2 SMA yang berusia rata-rata 16 tahun.
Disitu, putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat itu didaulat untuk memberikan pesan-pesannya. Utamanya terkait perkembangan zaman yang begitu pesat dan ajaran Islam yang harus menjadi pedoman menuju kedamaian dan kesejahteraan.
"Kita harus bisa membawa sebuah kehidupan bangsa yang aman dan damai. Islam harus menjadi agama yang Rahmatan Lil ‘Alamin. Membawa kemaslahatan, kebahagian, kemakmuran, dan manfaat untuk seluruh umat manusia, tidak hanya sesama kaum muslim dan muslimah. Ini adalah pilar yang sangat penting," katanya mengingatkan.
Ditegaskannya, ajaran Islam itu haruslah dijadikan sebagai jati diri bagi kawula muda. Terlebih, kemajuan zaman dan teknologi informasi dan komunikasi yang seakan tak bisa terbendung lagi. Segala kemajuan itu haruslah digunakan dengan berpegang teguh pada ajaran agama.
"Kita boleh dan harus memanfaatkan teknologi itu dengan sebaik-baiknya karena Islam sejak dahulu juga menekankan pentingnya sains dan teknologi untuk memajukan peradaban manusia," tutur AHY.
Tak lupa, AHY pun mengajak semua anak muda untuk terus berupaya keras memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia.
Hadir dalam acara itu, pimpinan dan pengurus Ponpes Daar El-Qolam, KH Ahmad Syahiduddin; Pimpinan Ponpes Daar El-Qolam 1, KH Nahrul Ilmi Arief; Pimpinan Ponpes Dar El-Qolam 2, KH. Ody Rosyihuddin; Pimpinan Ponpes Daar El-Qolam 3, Kyai Zahid Purna Wibawa; Bupati Kabupaten Lebak, Iti Octavia Jayabaya; dan Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Hartanto Edhie Wibowo.
KH Ahmad Syahiduddin menyampaikan apresiasinya atas kehadiran AHY. Dia berharap kehadiran AHY ini dapat memotivasi para santri untuk bisa juga menjadi pemimpin masa depan.
"Calon-calon pemimpin bangsa yang tentu memiliki visi dan misi yang lebih jauh ke depan untuk memajukan kita bersama-sama di Tanah Air yang kita cintai. Karena itu saya menghaturkan terima kasih dan selamat datang di tempat ini," demikian KH Ahmad Syahiduddin.
[sam]
BERITA TERKAIT: