Kepada Kang Uu, para sopir angkot mengeluhkan soal mahalnya pengurusan SIM dan jalan rusak.
Eman Hidayat, sopir angkot di Bogor mengungkapkan jalan yang berlobang juga menjadi masalah penting lainnya bagi mereka.
Dia mencontohkan beberapa jalan yang dilewatinya seperti jalur Cibedug, Pasir Muncang, Kabupaten Bogor mengalami kerusakan.
"Saya minta pemerintah tolonglah diperhatikan untuk jalan-jalan diperbagus agar mobil kami tidak rusak, itu harapan kami," pinta Emen.
Selain itu sulitnya mengurus SIM dan mahalnya harga SIM. Menurut dia, harga normalnya Rp 120 ribu, tapi nggak lulus-lulus. Sehingga ditawarin SIM tembak yang harganya hingga berkali-kali lipat dari tarif normal.
"Pendapatan kami tidak banyak dan harus berbagi dengan kebutuhan lainnya. Kita ingin dipermudah bagaimana caranya dan dengan tarif yang terjangkau," kata Emen pada acara silahturahmi antara sopir angkot dan Kang Uu ini.
Mendengar keluhan keluhan para sopir, Kang Uu mengaku prihatin. Jalan yang dikeluhkan sopir angkot, Uu mengatakan Rindu memiliki program Jabar lecir.
Program ini adalah memperbaiki jalan rusak di seluruh wilayah Jabar dengan cara memberikan bantuan Gubernur kepada Pemerintah Daerah yang jalannya rusak.
"Jalan provinsi kami yang membangun dan memperbaiki. Kalau kabupaten dikasih bantuan ke Pemda dengan spesifikasi itu untuk perbaikan pembangunan infrastruktur di daerah," kata Uu kepada komunitas yang memiliki anggota hingga 2000 orang itu.
Menurut Bupati Tasikmalaya nonaktif itu, apa yang diharapkan oleh sopir angkot sudah ada di program Jabar Juara. Yakni, juara agamanya, juara masyarakatnya dan juara infrastrukturnya.
Kang Uu menambahkan, sopir angkot adalah profesi yang juga ikut menggerakkan perekonomian masyarakat terutama masyarakat menengah ke bawah.
"Coba kalau tidak ada sopir, roda perekonomian mau gimana, orang ke pasar mau bawa barang dagangan bagaimana? naik angkot pastinya, terutama masyarakat menengah ke bawah. Jadi ini adalah komunitas yang sangat terhormat yang sangat berjasa terhadap masyarakat," kata Uu.
Terkait persoalan SIM dirinya akan mengupayakan untuk berkonsultasi dengan pihak kepolisian atau instansi terkait untuk mempermudah kepengurusan SIM. Termasuk meringankan biaya pembuatan SIM khusus bagi sopir angkot.
"Harapan kami kalau nanti jadi Wagub saya akan berkonsultasi dengan pihak Polda kalau perlu Pak Kapolri khusus untuk SIM sopir angkot," ucap Uu.
Setelah menjelaskan visi misi dan programnya kepada sopir angkot, para sopir angkot tersebut melakukan deklarasi dukungannya kepada Kang Uu untuk memenangkan Pilkada 2018.
"Kami sepakat mendukung Pak Uu untuk menang di Pilkada 2018. Alasan kami dukung Beliau karena programnya bagus, orangnya agamis. Dimata kami Pak Uu sangat merakyat dan mengerti permasalahan rakyat kecil," kata Emen.
[sam]
BERITA TERKAIT: