"Ini preseden buruk, ini hati-hati menggunakan politik identitas dijadikan sebagai propaganda politik, hanya semata-mata untuk berkuasa," kata peneliti senior Indonesia Public Institute Karyono Wibowo kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (19/4).
Menurutnya pula, para elit politik juga perlu waspada terhadap isu Suku, Agama, Ras, dan Golongan (SARA) yang kembali diangkat ke permukaan. Sebab berpotensi menimbulkan konflik vertikal dan horizontal ditengah-tengah masyarakat.
"Kok calon pemimpinnya membiarkan isu SARA dieksploitasi untuk kepentingan politik perebutan kekuasaan yang berpotensi memecah belah bangsa. Dilarang itu, karena itu dapat memecah belah kebersamaan," tutupnya.
[wid]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.