Jurubicara PSI, Dedek Prayudi menganggap munculnya tagar tersebut biasa menjelang dimulainya pemilihan presiden.
"Sebagai political movement kita fine-fine saja di dalam demokrasi ini,†ujar dia di Kompleks Parlemen, Senayan (Jumat, 13/4).
Menurut Dedek, pihaknya juga membuat tagar tandingan
#JokowiDuaPeriode. Namun ia berharap
political movement ini tidak berhenti di tagar saja melainkan ada gagasan-gagasan yang dibawa di dalam pesan tersebut.
"Ya jadi ada perang gagasan kenapa harus milik Jokowi, kenapa harus milik Prabowo, biar masyarakat semakin cerdas dan ini sangat baik buat demokrasi kita,†bebernya.
Dalam negara demokrasi, sambung dia, kritikan sangat diperkenankan. Apalagi, pemerintah juga tidak pernah anti kritik.
"Yang terpenting substansi kritikannya. Dan juga orang yang mengkritik harus siap dikritik balik. Yang terpenting jangan fitnah,†demikian Dedek.
[sam]