Politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Mohammad Hatta memandang banyak kebobrokan pemerintah sekarang sehingga rakyat menginginkan pergantian presiden.
"Lihat saja dalam reformasi agraria yang dilakukan pemerintah dengan hanya bagi-bagi sertifikat," terang Hatta saat ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (13/4).
Padahal, lanjut dia, pembagian sertifikat dalam reformasi agraria adalah langkah terakhir.
PAN memiliki konsep agraria yang dinilainya jauh lebih baik dari hanya sekadar bagi-bagi sertifikat.
"Seharusnya tanah itu ditebus dulu oleh pemerintah baru kemudian mencicilnya dari hasil mengolah tanah itu," terangnya.
Ia menyebutkan, saat ini ada Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) yang banyak melakukan pembebasan lahan untuk tol kemudian pemerintah mencicilnya. Langkah ini sebetulnya bisa diterapkan dalam reformasi agraria.
"Jadi bukan dengan bagi-bagi sertifikat. Lalu gimana jika tanahnya bermasalah? Sertifikatnya tidak berguna," imbuhnya.
Terkait kritik reformasi agraria dan gerakan
#GantiPresiden2019, Hatta mengimbau agar pemerintah jangan sensitif.
"Kita mengkritik yang disertai bukti dan data tapi kita malah dibilang bikin gaduh," cetusnya.
[wid]