Skema tersebut disebut berpotensi memperkuat pembiayaan negara sekaligus mendorong target pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,8 hingga 6,5 persen yang diproyeksikan pemerintah dalam asumsi APBN 2027.
Anggota Komisi VI DPR Fraksi Demokrat, Herman Khaeron menilai kebijakan itu dapat menjadi salah satu faktor pendorong utama pertumbuhan ekonomi ke depan.
“Ini akan menjadi
trigger pembiayaan APBN adalah dengan pembentukan BUMN untuk mengelola ekspor satu pintu terhadap komoditas tertentu,” kata Herman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 21 Mei 2026.
Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan optimisme pemerintah terhadap kondisi ekonomi nasional didasarkan pada fondasi dan parameter ekonomi yang sudah terlihat saat ini.
Herman menyebut proyeksi pertumbuhan ekonomi 2027 yang berada di rentang 5,8 hingga 6,5 persen memang tergolong tinggi, namun tetap realistis untuk dicapai apabila didukung kebijakan yang tepat.
Ia juga menilai pengelolaan ekspor melalui satu pintu berpotensi membuat pengelolaan komoditas nasional menjadi lebih terarah dan memberi dampak lebih besar terhadap penerimaan negara.
"APBN akan menjadi penguat terhadap keberadaan dan ekstensi negara dan APBN akan menjadi sumber kesejahteraan rakyat di depan." pungkas Herman.
BERITA TERKAIT: