Menurutnya sebagai penantang, tentu Prabowo ingin menyampaikan pesan yang berbeda dari pemerintah. Dan yang pasti pesan itu mengandung kritikan kepada pemerintah
"Tentang realias elit-elit maling yang dia sebut, tentu argumen yang dibangun untuk menyerang pemerintah berkuasa," ujarnya kepada kantor berita politik RMOL. Rabu, (4/4).
Terlepas dari realitas objektifnya, menurut Adi yang terpenting saat ini bagi Prabowo adalah menyerang. Serangan itu juga sebagai upayahnya untuk mendongkrak elektabilitas yang tertinggal dari Joko Widodo.
Menurut Adi, selama ini, elektabilitas Prabowo stagnan karena sikap politik yang tidak jelas dan datar. Bahkan dalam banyak hal Prabowo justru menunjukkan kemesraan dengan penguasa.
"Itu tak bagus untuk positioning sebagai oposan. Sebab itulah, Prabowo mulai menyerang dengan lantang mulai dari Indonesia bubar, penguasaan tanah oleh segelintir elit, hingga elit bodoh yang maling. Itu semua dilakukan untuk mendowngrade kredibilitas Jokowi," tutupnya.
Untuk diketahui, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial. Kali ini isi pidatonya menyebut elit politik di negeri ini goblok dan bermental maling.
Tak hanya itu, Prabowo menyebutkan bahwa 80 persen kekayaan negara dikuasai hanya satu persen golongan. Dia juga mengatakan setelah sekian lama merdeka ternyata kekayaan negara tidak tinggal di bangsa Indonesia.
[nes]
BERITA TERKAIT: