Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai, sudah saatnya Sukmawati memberikan klarifikasi terhadap puisi yang dianggap pedas bagi umat Islam tersebut.
"Ini saya rasa Mba Sukma harus menjelaskan, sebelum kita berkomentar lebih jauh. Sehingga tidak menjadi debat yang kosong," kata Hendri kepada redaksi, Selasa (3/4).
Baca:
Puisi Sukmawati Sudutkan Syariat Islam, Cadar dan Adzan
Menurutnya, puisi merupakan sebuah karya sastra yang memiliki nilai dan tujuan tertentu. Sehingga sebagai seorang yang menulis dan membacakan puisi tersebut, Sukma harus memperjelas maksud dari puisi tersebut.
"Jadi marilah kita membiasakan diri hidup kembali sebagai bangsa Indonesia yang memang sangat
tepo seliro, jadi jangan kemudian apa-apa lapor, kita berikan kesempatan pada Mba Sukma untuk menjelaskan ke masyarakat," terangnya.
Setelah memberikan penjelasan, menurut Hendri, ada baiknya Sukmawati meminta maaf kepada mereka yang merasa tersinggung dengan karyanya itu.
"Ya sudah sepantasnya juga dan tidak ada masalah untuk minta maaf kepada yang merasa tersinggung terutama umat Islam, bukan hanya netizen, tetapi di kalangan masyarakat yang tidak terpapar di dunia maya," tutupnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: