Ribuan Umat Hadiri Jumat Agung Di Paroki Albertus

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Jumat, 30 Maret 2018, 18:53 WIB
Ribuan Umat Hadiri Jumat Agung Di Paroki Albertus
rmol news logo Seluruh umat Kristiani dan Katolik di seluruh belahan dunia menjalankan ibadah Jumat Agung untuk memperingati wafatnya Yesus Kristus di kayu salib di Bukit Golgota, hari ini (Jumat, 30/3). Tak terkecuali, ribuan umat Katholik di Paroki Albertus Harapan Indah Bekasi menjalankan ibadah di gereja yang selesai dibangun pada tahun 2012 itu.

Tidak tampak penjagaan yang ketat seperti metal detektor dan pasukan bersenjata lengkap, namun semua umat yang hadir harus masuk melewati pintu yang dijaga oleh pengamanan internal gereja yang menggunakan seragam berwarna merah.

Ketika ibadah dimulai tepat pukul 15.00, Dua orang Imam dan para petugas berarak memasuki gedung gereja tanpa iringan musik dan tanpa nyanyian seperti ibadah umumnya. Lalu mereka menghormati altar dengan cara merebahkan diri di depannya sebagai simbol pernyataan kefanaan manusia.

Bacaan tentang kisah sengsara Yesus Kristus atau Pasio dibawakan dengan nada indah oleh tiga orang yang berperan sebagai tokoh-tokoh dalam bacaan kitab suci Injil Yohanes 18:1-19:42. Sebelum membawakan Kisah Sengsara Yesus Kristus para pembaca memohon berkat terlebih dahulu dari Imam Selebran yang memimpin ibadah.

Bagian terpenting dari Jumat Agung adalah Penghormatan Salib Suci yang merupakan puncak liturgi hari ini. Perarakan dipimpin oleh dua Imam Selebran dengan tiga kali seruan yakni Lihatlah Kayu Salib sambil membuka selubung satu per satu dari tiga tali ikatan kain berwarna Ungu yang menutupi tubuh Yesus Kristus di Kayu Salib ukuran besar. Setelah itu penghormatan dilaksanakan secara pribadi oleh umat, didahului Imam dan pro diakon dengan mencium Salib silih berganti.

Selama ritus ini sejumlah lagu bertema kesengsaraan dinyanyikan petugas koor yang berhasil menambah kekhusukan umat dalam beribadah.

Dalam perayaan Jumat Agung tidak ada perayaan Ekaristi Kudus, namun tetap ada Ritus Komuni yang diawali dengan mempersiapkan altar dan meletakkan puluhan Sibori berisi "Tubuh Kristus" untuk dibagikan kepada seluruh umat yang hadir dan sudah memenuhi syarat untuk menyambut "Tubuh Kristus" atau Hosti.

Selama perayaan Jumat Agung tidak ada gerakan Tanda Salib yang biasa dilakukan, dan Imam menutup perayaan ini dengan mengulurkan kedua tangannya sebagai berkat ke atas diri umat. Setelah itu Imam dan para Diakon serta Misdinar keluar gereja dalam keheningan tanpa lagu penutup dan musik pengiring.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA