Mahfud: Kalau Bilang Tidak Mau, Nanti Dibilang Sombong

Dijagokan Jadi Cawapres Jokowi

Kamis, 15 Maret 2018, 11:12 WIB
Mahfud: Kalau Bilang Tidak Mau, Nanti Dibilang Sombong
Mahfud MD/Net
rmol news logo Figur baru sebagai calon presiden dan calon wakil presiden Pemilu 2019 terus bermunculan. Terbaru, muncuat nama bekas Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD.

Mahfud MD bersyukur, namanya masuk dalam daftar sosok yang pantas mendampingi Presiden Joko Widodo sebagai cawapres. "Tiba-tiba masuk, ya bagus juga perkembangan demokrasi, artinya suara lain dari mainstream itu bisa muncul, dari masyarakat seperti saya," kata Mahfud di gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Dari gaya tubuhnya, Mahfud MD tertarik dan bersedia menjadi cawapres Jokowi. "Saya juga bukan tidak mau kar­ena kalau tak mau itu diartikan sombong. Pada akhirnya kita serahkan ke mekan­isme, dan itu ada di tangan capres dan partai-partai nanti," kata Mahfud.

Pernyataan Mahfud yang mengindikasi­kan bersedia menjadi orang nomor dua mendapat tanggapan beragam dari war­ganet. Ada yang mendukung penuh ada juga yang mempertanyakan.

Netizen dengan akun @Renowij07670360 mempertanyakan konsistensi Mahfud yang dulu sebagai timses Prabowo. "Bukanya dulu Timsesnya Pak Prabowo.? Yahh begitulah dunia semua orang gila jabatan," sindirnya.

Senada, @Wa-ernawan juga memper­tanyakan sikap Mahfud yang mau menjadi Cawapres Jokowi padahal bekas timses Prabowo. "Kan pak @mohmahfudmd 2014 jadi timses Prabowo masak mau dicomot. Kalau mau tuh Anies Baswedan yang 2014 jadi jubir Jokowi," katanya.

Netizen dengan @Ruddy_maris masih mempertanyakan yang sama. "Ini mantan team pemenangan Prabowo sekarang memilih bergabung dengan@jokowi saya dukung, lanjutkan prof @mohmahfudmd. Negara membutuhkan anda," terangnya.

@Assocbie menganggap sosok Mahfud MD kurang cocok. "Saya hormat kepada prof @mohmahfudmd tapi kalau untuk cawapres kurang setuju. Sebaiknya dari TNI yang berpengalaman menumpas tukang teror & makar."

@Alqubais mendukung jika Mahfud MD maju sebagai Cawapres Jokowi. Kata dia, daripada Cak Imin lebih baik Mahfud. "Daripada cak imin mending @ mohmahfudmd jauh kemana mana. mah­fud memang yahud."

Netizen dengan LareAngon@ACwhoz mengatakan "Mantap! Jika @mohm­ahfudmd jadi cawapres @jokowi akan sangat sesuai dan tidak menimbulkan rasa iri dan cemburu diantara partai pengusung. Selain itu basik santrinya juga kuat dan bersih." #JkwMah Akun @Gdegita menu­turkan Pakde @jokowi ini kode keras lho..pak prof @mohmahfudmd orang yang tepat menurut saya karena beliau mewakili NU dan paham betul soal hukum dan perundang-undangan.

Akun @Arseneneo menilai, selain kemajuan ekonomi, pembenahan hukum di Indonesia juga sangat perlu. Dan so­sok seperti Prof @mohmahfudmd sangat cocok untuk dampingi Pak @jokowi sebagai cawapres di 2019. Dari dulu isu hukum di negara kita masih sangat penuh masalah.

@biawak_buas mendesak para pen­dukung Rapatkan barisan bersatu untuk negri ini cuma pak @mohmahfudmd yang layak jdi wakil @jokowi Terakhir, akun @ Fajarpratama91masih mempertanyakan apakah Mahfud benar-benar bersedia atau tidak. "Hoax atau fakta prof @mohmah­fudmd ?," tanya dia.

Mahfud mempersilakan partai-partai mengolah namanya sebagai cawapres Jokowi. Ia mengungkapkan telah men­jalin komunikasi secara informal dengan partai-partai yang berada di koalisi pe­merintahan.

"Komunikasi informal ada, formalnya mereka nanti harus kongres atau apa, kan, gitu. Kalau informal itu artinya sambil bicara atau saling lempar bola, tetapi saya selalu katakan saya pada posisi pasif, tak aktif juga," katanya. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA