"Mantap, mudah-mudahan beliau dapat partai (pengusung)," kata Bin kepada sesaat lalu, Selasa (6/3).
Undang-Undang mengatur presidential threshold 20 persen kursi DPR atau 25 persen perolehan suara sah nasional. Karenanya Bin mengatakan Rizal perlu membangun komunikasi politik dengan elit partai.
Dia melihat Rizal lebih cocok berpasangan dengan Prabowo Subianto sebab keduanya memiliki garis perjuangan yang sama.
"Sama-sama mempunyai pandangan yang sama soal neolib," tukasnya.
Sebelumnya, mantan Menko Maritim RI Rizal Ramli menyatakan siap memimpin Indonesia periode 2019-2024. Hal itu disampaikan Rizal di kediaman pribadinya di Jalan Bangka IX, Jakarta Selatan, Senin (5/3/2018).
Salah satu faktor yang mendorongnya berani berlagak di Pilpres 2019 adalah sikap prihatinnya terhadap kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stagnan pada angka 5 persen.
"Dengan potensi sumber daya alam yang besar, dengan potensi sumber daya manusia yang rajin bekerja maka Indonesia di tahun 2019-2024 bisa mencapai pertumbuhan ekonomi 10 persen. Dengan kondisi tersebut maka akan banyak tersedia lapangan pekerjaan, upah meningkat, dan kemiskinan berkurang," kata Rizal.
[dem]