"Paling tinggi adalah Papua, karena faktor suku, tokoh agama dan tokoh adat. Kedua Maluku, ketiga Kalbar. Kalbar meningkat kan sekarang," kata Anggota Bawaslu, Rahmat Bagja dalam diskusi di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (8/2).
Bawaslu, kata Bagja, mengkhawatirkan akan terjadi politik identitas akibat faktor kesukuan tersebut. Apalagi, ketiga daerah tersebut masih kuat sistem kesukuannya.
"Ini jadi masalah kalau ada pembakarnya, politik identitas. Ini jadi faktor penting kenapa tiga daerah itu tertinggi. Papua jelas kan? Suku jadi masalah penting di Papua. Oleh sebab itu, siapapun yang berhadapan head to head pada pilkada Papua nanti adalah (pertarungan) suku dengan suku," pungkas Bagja.
Selain Bagja, hadir pembicara lain dalam diskusi publik dan media bertema "Pilkada Tanpa Sara, Memperkuat Ketahanan Sosial Untuk Pilkada Damai" itu. Antara lain, Ketua Satgas Nusantara Polri Irjen Pol Gatot Edi Pramono, Ketua PBNU Robikin Emhas dan budayawan Radhar Panca Dahana.
[san]
BERITA TERKAIT: