"Harga beras kita 2 tahun terakhir sangat terkawal dan terkontrol dengan baik. Kita dapat pengakuan dari Bank Indonesia menjadi salah satu yang terbaik untuk pengendalian harga beras," kata Arief dalam keterangan tertulis kepada redaksi, Senin (15/1).
Lebih lanjut Arief menjelaskan jumlah stok beras yang tersedia di ibukota sangat aman dan tidak terpengaruh oleh keadaan pasokan beras secara nasional.
"Sampai hari ini kita masih terus datangkan 200 container tambahan dari Sulawesi, Sebelumnya 200 container sudah masuk. Ini karya kita di Jakarta dan didorong Pak Gubernur dan Wagub. Kami Food Station insyallah terus mengawal pasokan beras di ibukota," imbuh Arief.
Dijelaskan, Food Station bahkan sedang fokus untuk penambahan pangan lainnya yang menjadi kebutuhan pokok warga DKI Jakarta terutama bagi warga menengah ke bawah.
"Justru kita saat ini sedang siapkan penambahan item, susu dan ikan bagi pemegang KJP, penghuni rusun dan PHL. Ada tambahan lansia dan buruh UMP yang sedang diverifikasi Dukcapil dan Disnaker," imbuh Arief.
Sebelumnya Jakarta Monitoring Network (JMN) mengkritisi PT Food Station Tjipinang Jaya nol persen perannya dalam stabilitas stok dan harga beras. Achmad Sulhy selaku Direktur Eksekutif JMN bahkan mensinyalir PT Food Station turut andil dalam melambungnya harga beras di Jakarta.
Sulhy meminta Komite Pencegahan Korupsi menganalisa Food Station. Menurutnya bila ditemui kesalahan, Arief Prasetyo selaku Direktur Utama Food Station layak diberi sanksi bahkan dicopot dari jabatannya
(baca: klik disini).
[dem]
BERITA TERKAIT: