"Sekitar 66,9 persen responden setuju dengan kombinasi pasangan Jokowi-Prabowo sebagai capres dan cawapres," ujar Direktur Eksekutif SMRC, Djayadi Hanan dalam rilis, Selasa (2/1).
Survei dilakukan tanggal 7-13 Desember 2017. Populasi dari survei adalah seluruh warga negara Indonesia yang sudah punya hak pilih dalam pemilu. Responden dipilih secara random (multistage random sampling) dengan total 1220 orang.
Sebaliknya, dijelaskan Djayani, jika Prabowo menjadi capres dan Jokowi menjadi cawapresnya, responden yang memilih hanya 28,4 persen. Sedangkan presentase yang tidak setuju Jokowi berpasangan dengan Prabowo 4,7 persen.
"Dari segi elektabilitas Jokowi juga lebih besar (dibanding Prabowo). Jokowi dipilih responden sebesar 38,9 persen. Kalau Prabowo hanya 10,5 persen," lanjut dia.
Hasil survei juga memotret tiga tokoh dengan elektabilitas di bawah Jokowi dan Prabowo. Namun perbandingan tingkat elektabilitas mereka sangat jauh, yakni di bawah 10 persen.
‎"Urutan ketiga Susilo Bambang Yudhoyono (1,4 persen), Gatot Nurmantyo (0,8) persen, Anies Baswedan (0,5 persen)," demikian Djayadi.
[dem]
BERITA TERKAIT: