Surat itu kabarnya lagi sudah diteken Novanto dan dikirim ke sekretariat pimpinan DPR.
Ketua Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurniawan mengatakan, jika benar adanya surat itu maka Golkar dan DPR dipermalukan.
"Bagaimana kita bisa tidak malu lembaga tinggi negara diatur oleh orang yang berada di dalam jeruji penjara. Kalau memang surat itu benar, kita patut persoalkan," kata Doli di Manhattan Hotel, Jakarta, Minggu (10/12).
Ia menyarankan sebaiknya seluruh fraksi di DPR, dengan diinisiasi fraksi Golkar, menolak penunjukan ketua DPR dari Novanto.
"Saya mengatakan itu kegiatan yang ilegal secara organisatoris Golkar. Oleh karena itu karena ilegal patut ditolak dan tidak diteruskan di DPR. Oleh karena itu harus ada gerakan penolakan di DPR yang dimulai dari fraksi Partai Golkar," tegasnya.
Doli juga mempertanyakan masih adanya surat yang ditandatangani Novanto sebagai Ketua Umum Golkar. Padahal pada rapat pleno akhir November lalu telah diputuskan Idrus Marham sebagai pelaksana tugas Partai Golkar.
"Jadi sekarang partai ini pemegang kendalinya siapa? Kenapa sudah di-Plt-kan Idrus sebagai Plt Ketum, tapi tiba-tiba surat yang ditandatangani Setya Novanto dan Idrus masih berlaku?" kritiknya.
Menurutnya, sekarang tergantung anggota dewan terhormat di DPR.
"Apakah mereka juga mau ikut mempermalukan lembaga di mana mereka ada di sana. Kalau mereka meloloskan itu, saya tidak tahu bagaimana sebetulnya citra DPR di mata publik dan internasional," tandas Doli.
[wid]
BERITA TERKAIT: