Disebut sinetron karena peristiwa kecelakaan yang dialami Setya Novanto itu terbilang tidak biasa dan menyimpan banyak keganjilan. Mulai dari soal waktu kecelakaan, lokasi sampai luka Setya Novanto yang terbilang tidak sesuai dengan deskripsi yang disampaikan tim kuasa hukumnya. Belum lagi, Fortuner yang mengalami kecelakaan itu juga diduga diperoleh lewat pembelian via online belum lama ini.
Belakangan, juga beredar spekulasi mengenai keterlibatan wartawan
Metro TV, Hilman Mattauch, yang disebut menjadi sopir Fortuner yang mengalami kecelakaan itu.
Hilman adalah mantan bos perkumpulan wartawan yang meliput di DPR RI pada tahun lalu. Dia dikenal dengan Setya Novanto sejak lama. Keterlibatan Hilman dalam kecelakaan ini pun dianggap tidak pantas dan menciderai praktik jurnalistik di tanah air.
Juga ikut beredar sebuah dokumen yang terlihat seperti proposal pendanaan sinetron tabrak tiang listrik. Di dalam tabel itu disebutkan nilai dari hal-hal pendukung sinteron, seperti nilai Fortuner tahun 2015 yang tertulis sebesar Rp 350 juta, lalu iPhone X untuk merekam kejadian senilai Rp 25 juta, dan nilai publikasi informasi melalui media sosial Facebook, Instagram, Twitter dan YT masing-masing sebesar Rp 20 juta.
Juga ada nilai untuk izin lokasi, konsep cerita dan konsumsi.
Total dari nilai proposal termasuk pajak 10 persen adalah Rp 540 juta.
Sampai sejauh ini tidak ada yang bisa mengkonfirmasi apakah dokumen ini sahih atau tidak.
Yang jelas, di dalam dokumen itu disebutkan bahwa nama klien adalah Setyawan Novanti.
[dem]