Setnov Masuk Rumah Sakit, Beredar Proposal Sinetron Tabrak Tiang Listrik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Jumat, 17 November 2017, 11:14 WIB
Setnov Masuk Rumah Sakit, Beredar Proposal Sinetron Tabrak Tiang Listrik
Foto: FB Ulin Ni'am Yusron
rmol news logo Hal lain yang sedang ramai dibicarakan terkait dengan kecelakaan tunggal Fortuner yang ditumpangi Ketua DPR RI Setya Novanto dalam perjalanan menuju Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis malam (16/11) adalah kabar kabur mengenai proposal "sinetron tabrak tiang listrik".

Disebut sinetron karena peristiwa kecelakaan yang dialami Setya Novanto itu terbilang tidak biasa dan menyimpan banyak keganjilan. Mulai dari soal waktu kecelakaan, lokasi sampai luka Setya Novanto yang terbilang tidak sesuai dengan deskripsi yang disampaikan tim kuasa hukumnya. Belum lagi, Fortuner yang mengalami kecelakaan itu juga diduga diperoleh lewat pembelian via online belum lama ini.

Belakangan, juga beredar spekulasi mengenai keterlibatan wartawan Metro TV, Hilman Mattauch, yang disebut menjadi sopir Fortuner yang mengalami kecelakaan itu.

Hilman adalah mantan bos perkumpulan wartawan yang meliput di DPR RI pada tahun lalu. Dia dikenal dengan Setya Novanto sejak lama. Keterlibatan Hilman dalam kecelakaan ini pun dianggap tidak pantas dan menciderai praktik jurnalistik di tanah air.

Juga ikut beredar sebuah dokumen yang terlihat seperti proposal pendanaan sinetron tabrak tiang listrik. Di dalam tabel itu disebutkan nilai dari hal-hal pendukung sinteron, seperti nilai Fortuner tahun 2015 yang tertulis sebesar Rp 350 juta, lalu iPhone X untuk merekam kejadian senilai Rp 25 juta, dan nilai publikasi informasi melalui media sosial Facebook, Instagram, Twitter dan YT masing-masing sebesar Rp 20 juta.

Juga ada nilai untuk izin lokasi, konsep cerita dan konsumsi.

Total dari nilai proposal termasuk pajak 10 persen adalah Rp 540 juta.

Sampai sejauh ini tidak ada yang bisa mengkonfirmasi apakah dokumen ini sahih atau tidak.

Yang jelas, di dalam dokumen itu disebutkan bahwa nama klien adalah Setyawan Novanti. [dem] 

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA