Rachmawati Ajak Anak Bangsa Membangun Kesadaran Nasional

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Kamis, 16 November 2017, 17:00 WIB
Rachmawati Ajak Anak Bangsa Membangun Kesadaran Nasional
Rachmawati Soekarnoputri/Net
rmol news logo . Ketua Dewan Pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno (YPS) Hj. Rachmawati Soekarnoputri menekankan bahwa membangun kesadaran nasional sangat penting bagi semua pihak.

"Saya tekankan di sini bahwa membangun kesadaran nasional sangat penting untuk kepentingan nasional kita sendiri," kata Mbak Rachma sapaan akrabnya saat memberikan sambutan di acara Dies Natalis ke-XVlll dan Wisuda Sarjana XV UBK, di Gedung Balai Sudirman, Jakarta, Kamis (16/11).

Menurut dia, membangun kesadaran nasional haruslah dilakukan dari semua lini. Baik itu bidang politik, ekonomi, budaya, hukum dan sebagainya. Karena memang saat ini kita tengah mengalami degradasi.

Untuk mengatasi itu, jelas Mbak Rachma, bangsa ini harus tetap berpegang teguh pada ajaran-ajaran Bung Karno, utamanya dengan berpedoman pada Trisakti.

"Bagaimana kita harus membangun Trisaksi. Membangun kedaulatan politik kita, berdikari dalam bidang ekonomi, yang ketiga adalah berkepribadian dalam bidang kebudayaan," ungkapnya.

Di bidang politik misalkan, lanjut putri Bung Karno ini, Indonesia sudah mengalami paradoks. Dimana saat ini kita ternyata sudah larut dalam era liberalisasi demokrasi.

"Kita sekarang memegang prinsip one man one vote. Ini bertentangan dengan Pancasila dimana kita harusnya memegang prinsip musyawarah mufakat yang menjadi dasar demokrasi Indonesia," sebutnya.

Kemudian di bidang ekonomi, ekonomi Indonesia sudah mengalami era liberal kapitalis, menganut prinsip private liberalisme, free market orientied, dan para pemilik modal menjadi kleptokrasi (pemerintahan para pencuri).

"Ini sangat bertentangan dengan prinsip berdikari maupun keadilan sosial sebagaimana yang diamanatkan dalam sila kelima Pancasila," tekan Mbak Rachma.

Lebih lanjut, wakil ketua umum DPP Partai Gerindra ini mengatakan bahwa bangsa Indonesia juga sudah mengalami tarik menarik alias kohesi sosial. Hal itu terbukti dengan memudarnya budaya gotong royong.

"Kita semakin renggang dengan istilah gotong royong. Bahkan lebih banyak mengedepankan kepentingan pribadi atau perorangan demi mengejar kekuasaan semata," urainya.

Tambah Mbak Rachma, semua itu sesungguhnya memang sudah diramalkan oleh Bung Karno pada tahun 1950 lalu.

"Dulu jiwa kita diselimuti oleh tekad aku untuk semua, sekarang justru aku untuk aku. Ini sangat bertentangan dengan prinsip Pancasila sebagai dasar negara kita," pungkasnya meniru ucapan Bung Karno. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA