AHY Penerus SBY Sebagai Figur Sentral Demokrat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 03 November 2017, 13:16 WIB
AHY Penerus SBY Sebagai Figur Sentral Demokrat
SBY-AHY/Net
rmol news logo . Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) paham betul partai politik harus memiliki tokoh sentral yang menjadi icon.

Itulah yang menjadi alasan kenapa SBY dan Demokrat memunculkan nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Belakangan AHY yang juga Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute sering roadshow ke berbagai daerah, dan melakukan gerilya politik menyambangi para tokoh.

"Pak SBY sangat paham betul partai butuh figur," ujar pemerhati politik sekaligus Direktur Mahara Leadership, Iwel Sastra saat dihubungi redaksi, Jumat (3/11).

Gayung bersambut, AHY pensiunan TNI dengan pangkat terakhir Mayor adalah sosok muda, ganteng, mempesona plus pintar.

"Target jangka pendek Pilpres 2019. Dia masih muda, dan bisa juga disiapkan untuk Pilpres 2024," sebut Iwel.

Di Pilpres 2019, kalau ambang batas pencapresen (presidential threshold/PT) 0 persen, menunggu keputusan Mahkamah Kostitusi, maka AHY berpeluang jadi calon presiden.

Tapi, kalau PT tetap diberlakukan 20 persen seperti dalam UU Pemilu, maka AHY hanya berpeluang jadi calon wakil presiden.

"Wapres ini (2019-2024) hanya modal menuju presiden 2024," ujarnya.

Ditambahkan Iwel, pola AHY sudah terbaca persis seperti yang dilakukan sang ayah dulu. Pola yang dimaksud, dengan menggunakan politik non blok dan dinamis.

"Misalkan, sesudah AHY bertemu Anies-Sandi, dia menjenguk Ahok di Lapas Brimob. Dia ingin terlihat berdiri di semua golongan," pungkasnya. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA