Belum lama ini, Jokowi-SBY melakukan pertemuan yang terkesan mendadak dan tertutup di Istana Kepresidenan Jakarta.
Pertemuan Jokowi-SBY yang sudah sekian kali berlangsung, disebut-sebut sebagai sinyal Demokrat merapat ke pemerintah.
Ada juga yang mengatakan, kedekatan Jokowi-SBY belakangan ini sebagai penjajakan koalisi di Pilpres 2019.
Pemerhati politik sekaligus Direktur Mahara Leadership, Iwel Sastra mengatakan, pandangan-pandangan itu sah-sah saja.
Iwel juga melihat Jokowi sebagai petahana bisa saja mencomot tokoh milenial Demokrat yang juga putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai calon wakil presiden.
"Itu sangat terbuka," sebut dia saat dihubungi redaksi, Jumat (3/11).
Lalu, bagaimana dengan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang selama ini diketahui publik punya jarak dengan SBY.
Jelas Iwel, dengan terciptanya pasangan Jokowi-AHY, maka akan bisa mencairkan hubungan Megawati-SBY.
"Kalau misalnya Jokowi mau AHY dan PDIP tidak ada calon, maka mau tidak mau Ibu Megawati dan PDIP akan menerima AHY," ungkapnya.
Ditambahkan Iwel, dengan terciptanya duet Jokowi-AHY dan PDIP-Partai Demokrat sebagai pengusung utama, maka secara otomatis komunikasi Megawati-SBY akan semakin intens.
Sehingga hubungan Megawati-SBY kembali mesra layaknya sebelum Pilpres 2004.
[rus]
BERITA TERKAIT: