Yang berbeda, Jokowi berjalan kaki sekitar 3 kilometer, sementara Edy memilih menggunakan motor matic. Edy sempat berjalan kaki sekitar 500 meter sebelum akhirnya memacu matic.
Aksi Edy tersebut mendapat pujian dari netizen. Namun karena tidak menggunakan helm, sebagian warganet menyayangkan aksi ketua umum PSSI itu.
"Mantap jiwa. Anda menghiraukan keselamatan buat diri mu Jenderal tapi kamu menyelamatkan bangsa dari nama baik TNI," kata pengguna Facebook
Rudi Lubis.
"Itu Baret lebih kuat dari helm, tidak akan pecah kalau jatuh atau terbanting. Bravo TNI," sahut pemilik akun
Reswanda T Ade.
Pengguna akun
Nasrullah Van Malay menyebut aksi Edy sangat logis. Kalau mobil terjebak, sebaiknya naik motor saja. "Naik motor biar cepat, bukannya malah jalan kaki. Emejink Ndan," ungkapnya.
Pengguna sosmed yang lain mengatakan sebaiknya Edy mengenakan helm yang sudah menjadi aturan baku di Korlantas Polri.
"Pakai helm Pak Jenderal," ujar pemilik akun
Zebson Soni Zebua.
Pengguna akun
Yayak P-Azzam menyahut. "Helm mana Jenderal? Ntar diuber polantas looh,".
"Untung enggak ada Polantas. Coba kalau ada, sudah ditilang tuh," tmpal pemilik akun
Bulan Purnama.
[rus]