"Rakyat Jawa Tengah butuh gubernur baru yang aktif memperjuangkan kesejahteraan dan kemakmuran. Terutama bagi para rakyat kecil seperti petani, nelayan, dan buruh adalah orang-orang yang harus kita perjuangkan nasibnya," jelas Ferry dalam keterangannya, Selasa (5/9).
Selain menjabat sebagai wakil ketua umum, Ferry yang juga mantan aktivis 98 aktif dalam kegiatan organisasi petani, nelayan dan buruh. Sejak 2005 sampai sekarang, Ferry dipercaya menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Tani Indonesia. Dia juga masih menjabat sebagai wakil direktur pelaksana Induk Koperasi Tani Nelayan (Inkoptan). Berdasarkan pengalamannya, Ferry mengaku dipandang sebagai sosok potensial sehingga banyak yang mendorong untuk maju di Pilgub Jateng.
"Ada beberapa teman Demokrat seperti Rachland Nashidik, Kornel Simbolon, Amir Syamsuddin mendukung, juga Andi Nurpati beri dukungan kepada saya untuk Jateng. Saya juga sudah komunikasi dengan beberapa partai lain seperti Perindo, PAN dan tokoh-tokoh lain, mereka menyambut baik. Dan sekarang saya fokus pada menyerap aspirasi masyarakat Jateng," jelasnya.
Ferry yang juga mendapat dukungan dari budayawan Jaya Suprana dan sesepuh Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais membuat tingkat popularitasnya kian melaju.
"Saya akan mengambil kesempatan yang ada, agar bisa berkontribusi bagi rakyat Jawa Tengah. Saya juga prihatin, Jawa Tengah yang memiliki potensi agraris yang tinggi namun para petaninya hidup di bawah garis kemiskinan," bebernya.
Ditambahkan Ferry, kondisi Jateng saat ini cukup memprihatinkan, sebab angka kemiskinan masih tinggi dan didominasi oleh petani. Hingga tahun 2016, dari sekitar 4,5 juta warga miskin sebanyak 80 persennya atau 3,2 juta adalah petani. Hal tersebut termasuk motivasinya untuk maju mengalahkan Gubernur Ganjar Pranowo yang merupakan kader PDI Perjuangan.
"Insha Allah Jawa Tengah ke depan akan ada kepimpinan baru yang membela rakyat. Suatu kehormatan bila bisa mengalahkan PDIP di kandangnya," tegas Ferry.
[wah]
BERITA TERKAIT: