Sebab di dalam Idul Kurban, terkandung semangat dan nilai berkorban, berbagi, pemerataan, dan juga solidaritas. Nilai-nilai ini penting untuk memperkuat ikatan sosial dan persatuan nasional, juga menjaga hubungan baik di masyarakat.
Begitu kata Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon dalam kicauannya di akun
Twitter @fadlizon, Jumat (1/9).
Menurutnya, perayaan Idul Kurban mengandung satu bentuk mekanisme kolektif untuk mengatasi problem ketidakadilan sosial.
"Kita bisa lihat, bahwa ketidakadilan sosial, ketimpangan ekonomi, adalah tantangan utama bangsa kita saat ini," jelasnya.
Dijabarkan Fadli bahwa saat ini kue ekonomi di Indonesia terbukti tidak dinikmati oleh rakyat. Distribusi kesejahteraan juga tak terlaksana dengan baik.
Kata dia, 10 persen penduduk Indonesia terkaya saat ini menguasai 77 persen pendapatan nasional. Artinya, bangsa ini memiliki masalah nyata dengan masalah pemerataan.
"Idul Kurban, merespon masalah ini. Melalui Idul Kurban, terjadi proses berbagi, redistribusi, dan pemerataan. Proses pemerataan dari kelompok masyarakat yang berlebih kepada masyarakat yang masih kekurangan. Ketimpangan sosial diatasi secara langsung melalui semangat pemerataan, yang terkandung dalam Idul kurban," urai Fadli.
"Nilai dan semangat seperti ini menjadi semakin relevan di tengah kebijakan distribusi ekonomi yang tak merata," pungkas Wakil Ketua Umum Gerindra itu.
[ian]
BERITA TERKAIT: