Dalam kegiatan ini, semua narasumber hadir tanpa terkecuali. Narasumber tersebut adalah Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Tito Karnavian, Kepala Unit Kerja Presiden Pemantapan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Yudi Latif, Â Direktur The Wahid Institute Yenny Wahid, Menteri Keuangan Sri Mulyani, pengusaha nasional Chairul Tanjung, Ketum KADIN Rosan P Roeslani, Ketum HIPMI Bahlil Lahadalia, Presiden Inter Milan Erick Tohir, pengusaha muda teknologi perikanan Paundra Noorbaskoro, Walikota semarang, Hendrar Prihadi, Presiden BEM UI Muhammad Syaeful Mujab.
Acara ini juga berjalan dengan sangat meriah sebab ruangan dipenuhi peserta. Kursi pun yang disediakan sekitar 350 orang tak cukup. Banyak peserta yang berrdiri dan duduk di lesehan belakang. Peserta ini terdiri dari berbagai elemen pimpinan organisasi pemuda dan mahasiswa. Hadir diantaranya Ketua Umum GMKI, KAMMI, PMKRI, HMI, IMM, GMNI, Hikmahbudhi, KMHDI, Pemuda Muhammdiyah, GP Ansor, KNPI dan lain-lain. Acara juga dihadiri sayap organisasi PDI Perjuangan seperti Repdem, Banteng Muda Indonesia, Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) dan lain-lain.
Selain itu, hadir juga organisasi sayap dari partai lain seperti Sapma Hanura, Matara PAN, AMPG Gokar dan Garda Nasdem. Hadir juga perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jakarta dan para Ketua OSIS dari berbagai sekolah.
Di antara hal yang menarik dari acara ini adalah doa bersama oleh Ketua Umum PB HMI Mulyadi P Tamsir dan Ketua Umum GMKI Sahat Sinurat. Dengan cara agama masing-masing keduanya berdoa agar Indonesia selalu berada dalam naungan dan lindungan Tuhan yang Maha Esa. Keduanya juga berdoa agar mampu menjaga dan merawat Pancasila yang merupakan gagasan besar para pendiri bangsa.
Menurut Ketua Panitia Restu Hafsari, acara ini dilaksanakan berkat kekompakan dan gotong royong semua fungsionaris DPP TMP. Sementara dalam sambutannya, Ketua Umum TMP Maruarar Sirait mengatakan bahwa TMP selalu berdiri paling depan dalam membela Pancasila.
Simposium ini, selain dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-72, juga dalam rangka mendukung segala upaya impelementasi Pancasila di berbagai bidang, seperti bidang politik da ekonomi. Karena itulah, simposium ini mengundang berbagai narasumber yang sangat otoritatif di bidang.
"Kita ingin membumikan terus Pancasila di Indonesia. Dalam bidang ekonomi misalnya kita mau aturan-aturan perekonomian yang berpihak pada rakyat kecil. Kesenjangan tak boleh diatasi dengan radikalisme, melainkan harus diatasi dengan pemerataan," ungkap Maruarar.
[ysa]
BERITA TERKAIT: