Fenomena Langka Blue Moon Muncul 31 Mei 2026, Catat Jamnya di Indonesia

 OLEH: <a href='https://rmol.id/about/tifani-5'>TIFANI</a>
OLEH: TIFANI
  • Kamis, 28 Mei 2026, 18:27 WIB
Fenomena Langka Blue Moon Muncul 31 Mei 2026, Catat Jamnya di Indonesia
Ilustrasi Fenomena Langka Blue Moon Muncul 31 Mei 2026 (Sumber: Gemini Generated Image)
rmol news logo Fenomena Blue Moon atau Bulan Biru dijadwalkan terjadi pada 30–31 Mei 2026. Blue Moon merupakan peristiwa ketika terjadi dua kali bulan purnama dalam satu bulan kalender yang sama.

Meski disebut Bulan Biru, warna bulan tidak benar-benar berubah menjadi biru. Istilah tersebut hanya merujuk pada fenomena kalender, bukan pada perubahan warna secara fisik.

Blue Moon terjadi karena siklus fase bulan berlangsung sekitar 29,5 hari, sedikit lebih pendek dibandingkan sebagian besar bulan dalam kalender Masehi. Dalam satu tahun kalender, siklus ini terjadi lebih dari 12 kali.

Pada kondisi normal, manusia menyaksikan 12 kali bulan purnama dalam setahun. Namun, selisih antara kalender lunar dan kalender matahari menyebabkan akumulasi waktu tambahan dari tahun ke tahun.

Akumulasi tersebut menghasilkan tahun dengan 13 kali bulan purnama atau musim dengan empat kali purnama. Kondisi inilah yang memunculkan fenomena Blue Moon, sehingga sesekali terjadi dua bulan purnama dalam satu bulan kalender.

Fenomena ini tergolong langka dan umumnya terjadi setiap dua hingga tiga tahun sekali. Ungkapan once in a blue moon pun lahir dari fenomena ini, yang berarti sesuatu yang sangat jarang terjadi.

Fenomena Blue Moon pada Mei 2026 semakin menarik perhatian karena bertepatan dengan fase micromoon, yaitu kondisi ketika bulan berada pada jarak terjauh dari Bumi sepanjang tahun. Akibatnya, ukuran bulan diperkirakan tampak sekitar 7 persen lebih kecil dibandingkan purnama rata-rata.

Fenomena Langka

Blue Moon terakhir tercatat terjadi pada 19 Agustus 2024. Setelah Mei 2026, fenomena serupa diperkirakan kembali terjadi pada 31 Desember 2028.

Dalam astronomi, terdapat dua jenis Blue Moon, yaitu bulanan dan musiman. Blue Moon bulanan adalah bulan purnama kedua dalam satu bulan kalender, seperti yang terjadi pada 31 Mei 2026. 

Sementara itu, Blue Moon musiman adalah bulan purnama ketiga dalam satu musim yang memiliki empat kali purnama. Secara historis, istilah “bulan biru” telah digunakan sejak abad ke-16 untuk menggambarkan sesuatu yang mustahil. 

Makna ini berubah setelah letusan Gunung Krakatau pada 1883, ketika debu vulkanik membuat bulan tampak kebiruan di beberapa wilayah dunia. Blue Moon pada 31 Mei 2026 diperkirakan mencapai puncaknya pada pukul 15.45 WIB. 

Meski terjadi pada sore hari, masyarakat tetap dapat menikmati pemandangan bulan purnama pada malam sebelumnya hingga dini hari. Setelah fenomena ini, perhatian juga tertuju pada 31 Desember 2028, saat diperkirakan terjadi kombinasi Blue Moon, Supermoon, dan gerhana bulan total yang membuat bulan tampak lebih besar sekaligus berwarna merah.rmol news logo article
EDITOR: TIFANI

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA