Pertemuan berlangsung di rumah pengusaha kayu dan tokoh masyarakat Ariyadi di Desa Pecekelan, Sapurah, Wonosobo. Kepada Ferry, Ariyadi menyampaikan keluhan tentang lesunya industri kayu di Jateng. Menurutnya, permintaan kayu saat ini terus menurun sehingga banyak perusahaan yang mengurangi jumlah pekerja.
"Itu adalah langkah terakhir agar kami tetap bertahan di tengah lesunya industri kayu saat ini," ujar Ariyadi.
Ariyadi dan pengusaha kayu di Wonosobo berharap agar Ferry yang juga aktif di Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mencarikan solusi atas lesunya industri kayu Jateng.
Menjawab keluhan, Ferry mengatakan bahwa harus dicarikan solusi penjualan kayu ke negara lain. Sedangkan penjualan ke Tiongkok harus diatur sehingga harga tidak terus turun dan menyebabkan petani tidak mau menanam pohon sengon dan pohon-pohon lain.
"Yang tidak kalah pentingnya juga harus ada penyatuan kepentingan di antara pelaku usaha kayu dalam negeri," papar Ferry dalam keterangannya, Selasa (8/8).
Ariyadi dan kalangan pengusaha kayu menyatakan dukungan kepada Ferry untuk maju di Pilgub Jateng 2018. Ayah dari Bupati Wonosobo Eko Purnomo tersebut menilai bahwa sosok Ferry punya visi dan komitmen kuat untuk memperjuangkan kesejahteraan petani, buruh dan industri berbasis pertanian.
[wah]
BERITA TERKAIT: