PAN Minta Victor Diganti Dengan Yang Lebih Cerdas

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Jumat, 04 Agustus 2017, 19:34 WIB
PAN Minta Victor Diganti Dengan Yang Lebih Cerdas
Victor/Net
rmol news logo Partai Amanat Nasional (PAN) turut melaporkan Ketua Fraksi Partai Nasdem Victor Bungtilu Laiskodat ke Bareskrim Mabes Polri. Menyusul pidato Victor yang diduga bernada pencemaran nama baik dan fitnah.    

Wakil Sekjen Bidang Hukum dan HAM DPP PAN Surya I Wahyu mengatakan bahwa banyak pernyataan Victor yang bertentangan dengan ketentuan hukum. Pidato Victor juga mengandung ujaran kebencian dan permusuhan yang dapat memicu konflik.

"Ini perlu diluruskan dengan laporan polisi," ujarnya di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta (Jumat, 4/8).

Menurut Surya, Victor telah menerapkan cara-cara premanisme dan menunjukkan sosok seorang anggota dewan yang tidak intelektual.

"Dalam kata lain, kapabilitasnya jauh di bawah standar," katanya.
 
Surya menambahkan, laporan yang dilakukan pihaknya sudah berdasarkan saksi-saksi yang ada. Cuplikan pidato Victor dalam rekaman video juga disertakan sebagai barang bukti dalam laporan.

"Saksi kan harus yang siapa lihat langsung, mengalami sendiri. Melihat dari tayangan hanya penyambungan dari proses sebelumnya‎," katanya.

PAN juga mendesak Ketua Umum Nasdem Surya Paloh untuk mencopot Victor dari jabatannya.

"Mungkin kami sarankan juga ke Surya Paloh. Anggota dewan begini ganti saja dengan yang lebih cerdas," tegas Surya.

Baru-baru ini beredar rekaman video saat Victor menyampaikan pidato di Kupang, Nusa Tenggara Timur pada 1 Agustus. Dalam rekaman pidato berdurasi 2 menit 5 detik, secara eksplisit Victor mengajak hadirin tidak memilih para calon kepala daerah atau calon legislator dari partai-partai yang ada di belakang ekstrimis dan pro khilafah. Dia menyebut Partai Gerindra, Partai Demokrat, PKS, dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Meski di tengah pidatonya mengaku tidak melakukan provokasi tetapi Victor juga mengajak hadirin untuk melawan para pendukung ekstrimis dan khilafah. Dia mengingatkan pada Tragedi 1965 di mana orang-orang yang dianggap komunis atau pendukung Partai Komunis Indonesia (PKI) dilenyapkan dari muka bumi. [wah]  

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA