Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Agus Hermanto menegaskan, SBY dan Prabowo sangat akrab sejak dulu.
"Jadi rasanya tidak ada seperti itu dan saya melihat pertemuan Pak SBY dan Pak Prabowo sangat akrab dan tidak ada masalah apapun. Sehingga tidak ada itu permasalahan seperti itu," ujar Agus saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (1/8).
"Rasanya yang memberikan kabar itu nggak benar. Belum diklarifikasi," tegasnya.
Ia menjelaskan, saat dulu Prabowo masih di militer, posisi SBY pun belum menjadi presiden. Maka itu ia memperjelas bahwa tidak ada istilah pemecatan terhadap Prabowo oleh SBY.
"Yang jelas tidak ada itu seingAt saya dan sepengetahuan saya tidak ada itu kejadian antara pecat memecat. Menurut saya kabar itu tidak valid," tandasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon juga mengatakan hal yang sama. Dia bahkan mengatakan bahwa Prabowo sama sekali tidak pernah dipecat oleh siapapun, melainkan diberhentikan dengan hormat oleh Presiden RI BJ Habibie ketika itu.
"Itu tidak benar. Pertama, Pak Prabowo itu tidak pernah dipecat. memang pada waktu setelah Mei itu ada pergantian sebagai Pangkostrad, kemudian beliau menjadi dan Sesko. Diberhentikan dengan hormat oleh presiden RI ketika itu, presiden Habibie itu baru pada bulan November tahun 1998. Jadi dicatat, itu diberhentikan dengan hormat kok," tegas Fadli di Komplek Parlemen kemarin.
Dalam sebuah diskusi di D'Hotel, Jalan Sultan Agung, Jakarta, Minggu (30/7), peneliti lembaga survei SMRC Sirojudin Abbas berbicara soal isu koalisi Gerindra dan Demokrat di Pilpres 2019. Menurutnya, Prabowo dan SBY sangat tidak mungkin membentuk koalisi karena faktor sejarah.
"SBY salah satu jenderal yang merekomendasikan Prabowo dipecat. Posisi pandangan itu, mana mungkin SBY merekomendasikan atau mendukung jenderal yang akan dipecatnya," ucap Abbas kala itu.
[wid]
BERITA TERKAIT: