Begitu tegas Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra disela-sela seminar "Islam dan Demokrasi" di Gedung Bank Bukopin, Jakarta, Selasa (25/7).
"Sebagai partai moderat, PBB menerima Pancasila sebagai falsafah dan dasar negara RI. PBB sangat menghargai dan menghormati kemajemukan masyarakat. PBB juga membela kelompok keagamaan manapun yang ditindas, lebih-lebih yang ditindas itu adalah Islam dan umatnya," tegasnya.
Lebih lanjut, Yusril menjelaskan bahwa Islam tidak mungkin dipisahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Umat Islam, memberikan kontribusi yang sangat besar dalam melawan penjajah, membangun kesadaran kebangsaan, dan perjuangan merebut kemerdekaan.
"Karena itu, PBB akan melawan habis-habisan jika ada kekuatan-kekuatan yang ingin menindas dan mengeliminir Islam di negara ini," pungkas Yusril.
Sementara menyongsong Pemilu 2019 nanti, Yusril memastikan bahwa saat ini PBB tengah melakukan konsolidasi internal dalam rangka memperkuat seluruh jajaran pengurus dan kader di seluruh tanah air.
[ian]
BERITA TERKAIT: