Namun begitu, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengaku tidak pernah melihat keberanian HTI untuk mengolah lebih lanjut pikiran itu dan hanya berhenti pada narasi.
"Itulah sebabnya mereka nggak berani membuat partai politik. Partai mereka adalah ormas. Tahulah kita batas kekuatan ormas," urainya menanggapi pembubaran HTI sebagaimana kicauannya di akun
Twitter @Fahrihamzah, Minggu 23/7).
Fahri tidak memungkiri ada agenda lain yang mungkin diselipkan HTI dalam mewujudkan konsep tersebut. Namun demikian, Fahri tetap menilai bahwa pendirian khilafah tidak semudah membalikkan telapak tangan. Terlebih di Indonesia, partai-partai Islam juga kesulitan dalam memperjuangkan konsep tersebut.
"Jadi HTI ini hanya bermimpi soal masa lalu yang indah. Tapi masak mimpi aja jadi anti Pancasila dan ilegal? Ayo jelaskan!," sambungnya.
Menurutnya, sikap berlebihan pemerintah ini bisa dijelaskan dengan teori benturan peradaban dan
war on terror. Tapi ia menyayangkan jika pemerintah benar menggunakan teori tersebut.
"Karena pemerintah kita (sama saja) termakan dengan apa yang datang dari Barat. Kali ini kita seperti tidak punya kemandirian," pungkasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: