Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Fraksi Partai Golkar, dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bahkan telah melangsungkan rapat secara tertutup.
Ketua Fraksi Partai Golkar, Robert Kardinal rapat yang dilakukan hanya sebatas untuk mengetahui bahwa semua anggota fraksi hadir dalam rapat paripurna. Kata dia, formasi F-PG saat ini, hanya ada 4 orang yang belum hadir dari toral 91 anggota.
"Belum (ada keputusan). Tadi hanya absen yang sudah hadir tadi 87," kata Robert di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/7).
Hal senada juga diungkapkan oleh Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Daniel Djohan.
"Ini baru mau rapat pleno fraksi, belum. Nanti setelah ada keputusan kami sampaikan," katanya.
Dalam pandangan mini fraksi di rapat kerja bersama pemerintah, Fraksi Partai Golkar dengan beberapa fraksi koalisi pemerintah lainnya, PDIP, Nasdem, Hanura, dan PPP akan memilih paket A dalam voting RUU Pemilu. Paket ini mencantumkan Presidential Threshold 20-25 persen, Parlementary Threshold 4 persen, sistem pemilu terbuka, besaran kursi per dapil 3-10, metode konvensi suara saint lague murni.
Sedangkan PKB memilih paket D, yakni Presidential Threshold 10/15 persen, Parlementary Threshold 5 persen, sistem pemilu terbuka, besaran kursi per dapil 3-8, metode konvensi suara saint lague murni.
Sementara Fraksi Gerindra, PKS, dan PAN memilih paket B, yakni Presidential Threshold 0 persen, Parlementary Threshold 4 persen, sistem pemilu terbuka, besaran kursi per dapil 3-10, metode konvensi suara kuota hare.
[ian]
BERITA TERKAIT: