Dengan demikian, pelaksanaan pemilihan umum serentak (pileg dan pilpres) 2019 bisa memanfaatkan data kependudukan berbasis NIK tersebut.
"Target kami Oktober ini selesai, agar bisa untuk persiapan Pileg dan Pilpres," kata Mendagri Tjahjo Kumolo di Jakarta, Senin (10/7).
Menurut politisi PDIP itu, sudah lebih dari 90 persen warga yang merekam data untuk e-KTP. "Proses sudah 97,29 persen. Tapi yang tinggal di apartemen-apartemen Jakarta itu yang sulit dicari, mungkin sibuk," lanjutnya.
Untuk detail angkanya, Tjahjo mengatakan ada sekitar 1 juta lebih warga yang belum merekam data e-KTP. Diharapkan perekaman data ini segera selesai agar memudahkan masyarakat mengurus surat-surat keterangan lainnya.
"Masih 1,6 juta masyarakat Indonesia yang belum mau mereka datanya, target kami tahun ini warga Indonesia juga punya akte kelahiran. Lahir, kasih surat akte," tukasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: