Rachmawati: Jargon Empat Pilar Sangat Berbahaya

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Minggu, 09 Juli 2017, 14:57 WIB
Rachmawati: Jargon Empat Pilar Sangat Berbahaya
Rachmawati Soekarnoputri/Net
rmol news logo . Tokoh nasional Rachmawati Soekarnoputri menilai penggunaan jargon empat pilar (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika) sangat berbahaya.

Pasalnya, menurut Mbak Rachma sapaan akrab putri Bung Karno itu, isi ideologi empat pilar merupakan kebohongan publik.

UUD NRI 1945 sudah dirobah empat kali, dengan amandemen terakhir tahun 2002 (menjadi UUD 2002). Isinya menjadi ideologi yang bertentangan, seperti liberali kapitalisme.

"UUD 2002 sifatnya menjadi liberal kapitalis," ujar Mbak Rachma kepada redaksi, Minggu (9/7).

Sementar itu, lanjut dia, Pancasila sebagai filosofische grondslag, dasar negara bersifat sosialistis dan berkeadilan, bertolak belakang dengan sistem liberal kapitalisme survival of the fittest. Maupun komunisme yang mengetengahkan klassenstrijd.

"Menggunakan simbol-simbol kebangsaan tanpa tanggung jawab merupakan pengkhianatan terhadap the founding fathers Indonesia," tukas Mbak Rachma, pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA