Diminta Reunifikasi Dua Korea, Megawati Mau Lapor Dulu Ke Jokowi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 31 Mei 2017, 09:27 WIB
Diminta Reunifikasi Dua Korea, Megawati Mau Lapor Dulu Ke Jokowi
rmol news logo . Permintaan agar Presiden Kelima Republik Indonesia Megawati Sukarnoputri bersedia menjadi special envoy atau utusan khusus dalam reunifikasi Korea Selatan dan Utara semakin menguat. Bermula dari permintaan Presiden Moon Jae-in, diyakini media Korea Selatan, dan turut didukung pemerintahan otonomi khusus Pulau Jeju.

Putri tertua proklamator kemerdekaan Indonesia ini pun menyambut positif. Meski demikian Megawati belum bisa memutuskan secara sepihak.

"Semua permintaan ini tentu bertujuan baik, tetapi saya pulang dulu ke tanah air dan melapor kepada Bapak Presiden Joko Widodo" ungkap Ketua Umum PDI Perjuangan ini.

Saat Mega bersama rombongan diterima Presiden Moon di istana kepresidenan Senin lalu (29/5), Mega juga menyampaikan kepada Presiden Moon agar diberi waktu untuk berpikir sekaligus bicara kepada Presiden Joko Widodo.

"Selain atas nama pribadi, tugas special envoy ini tentu atas nama Indonesia. Itu kenapa saya harus berpikir sekaligus merenung tentang cara yang akan saya tempuh" ujar Mega dengan senyum simpul.

Selain berbicara isu politik dan keamanan, Megawati dan Moon Jae-in juga berbicara peluang ekonomi, budaya termasuk pendidikan. Salah seorang diplomat Indonesia yang tidak bersedia namanya dikutip namun hadir dalam pertemuan di Istana Blue House mengungkapkan, langkah Moon megundang tokoh Indonesia di luar pakem kebiasaan Korea Selatan.

"Korea Selatan umumnya mengutamakan  Jepang, Amerika Serikat dan Australia. Namun kehadiran Ibu Mega serta keterlibatannya dalam upaya reunifikasi ditambah utusan khusus Presiden Moon telah menemui Presiden Joko Widodo di Jakarta, saya berkeyakinan Korea Selatan mulai berkeinginan untuk membentuk aliansi baru" ujar diplomat yang telah berkarir selama 25 tahun terakhir. [ysa]
Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA