Bagai Labirin Yang Membingungkan

Senin, 29 Mei 2017, 00:46 WIB
Bagai Labirin Yang Membingungkan
Bom Kampung Melayu/Net
PERJALANAN ketaatan manusia terhadap Allah Swt bagai labirin yang membingungkan. Bagaimana tidak membingungkan, pasalnya tidak semua manusia yang berusaha penuh mencapai ketaatan menuju Tuhan-Nya berakhir dengan kebahagiaan namun justru berhadapan dengan hal-hal yang tragis.

Ada yang mati bunuh diri hanya karena alasan ekonomi serta ada juga yang berpindah-pindah dari satu keyakinan menuju keyakinan lainnya hanya karena pemahamannya terhadap agama terlalu rapuh dan dangkal.

Fenomena ini mengingatkan kita pada sebuah hadith Dari ’Aisyah "radhiyallahu ’anha-, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

أَحَب�'ُ الأَع�'مَالِ إِلَى الل�'َهِ تَعَالَى أَد�'وَمُهَا وَإِن�' قَل�'َ

"Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit." ’Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya.

Islam tidak menginginkan umatnya dalam mencapai ketaatan kepada Allah Swt dengan cara-cara diluar batas kemampuan diri manusia itu sendiri. Beribadah kepada Allah Swt adalah wajib sepanjang dalam melakukannya tidak mengorbankan hak-hak orang lain.

Jika kita kaitkan dengan rentetan peristiwa bom yang meledak atau sengaja diledakkan oleh orang-orang tertentu dan menuduh pelakunya adalah umat Islam yang intoleran serta anti NKRI sungguh pernyataan yang terlalu dini dan kekanak-kanakkan. Bagaimana mungkin umat Islam yang dulu berjuang keras sekuat tenaga, bahu membahu membangun negeri ini dengan keringat tenaga dan banjir darah-merusak begitu saja tatanan kehidupan yang cukup harmonis dan damai di negeri tercinta Indonesia.

Upaya-upaya lacur dan murahan dalam rangka menyudutkan umat Islam berada di belakang aksi teror bom adalah sama seperti manusia yang berada dalam labirin yang membingungkan. Ia tidak tahu jalan keluar dari labirin itu sehingga membuat dirinya menjadi Gila dan sesat. Itulah fenomena orang-orang yang kehabisan akal untuk berpikir sehingga apa saja yang dia dapat, akan digunakan sebagai senjata untuk menghancurkan orang lain dalam hal ini umat Islam.

Kembali pada persoalan ketaatan, jika umat Islam mau menghancurkan negeri ini tentu caranya amat mudah dan gampang. Tapi umat Islam Indonesia tidak mau bertindak demikian, kalau bisa hidup dengan kejayaan untuk apa mati dalam kondisi terpuruk dan putus asa. Yang terbaik dari umat Islam adalah mereka yang berani hidup dalam kemenangan dan bukan yang berani mati dalam kekalahan.

M. Abrar Parinduri, MA

Wakil Sekretaris Majelis Pengurus Pusat Asosiasi Dosen Indonesia (MPP ADI)

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA