Komisioner Bawaslu, Mochamad Afifuddin
menilai strategi pengawasan sangat penting mengingat inovasi pelanggaran
semakin masif. Berkaca dari Pilkada 2017 lalu, khususnya Pilkada DKI
Jakarta, dalam strategi pengawasan, Bawaslu bakal mengandeng partisipasi
masyarakat sebagai pengawas dengan dibangunnya pusat partisipasi
masyarakat.
"Kita mengajak masyarakat menjadi pengawas
partisipatif, bukan hanya menggunakan suara saja, tetapi masyarakat bisa
menjadi pengawas dalam sekretariat bersama pengawasan pemilu
partisipatif," ujar Afifuddin saat diskusi bertema Peran Masyarakat
Sipil dan Pengawas dalam Pemilu Serentak 2019 di Media Center Bawaslu,
Jakarta Pusat, Jumat (26/5).
Lebih lanjut, saat ini pihaknya juga
memperbaiki sistem informasi pengawasan dengan menerapkan sistem
berbasis teknologi informasi. Pengembangan aplikasi ini nantinya sebagai
laporan awal yang dilakukan pengawas partisipatif dan relawan pengawas
pemulu.
"Hal lain yang kita persiapkan yakni manajemen resiko
pemilu dengan penyusunan indeks kerawanan Pemilu yang menjadi alat bantu
dalam menentukan strategi dan langkah-langkah antisipasi, pencegahan
dan meminimalisasi kerawanan penyelenggaraan pemilu," ujar Afifuddin
Terkait
mengenai aturan kampanye, khususnya media sosial, pihaknya terus
berkordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum dan instansi terkait lainnya
seperti Kementerian Komunikasi dan Informasi.
Menurut Afifuddin,
meski media sosial bersifat pribadi, namun efek yang dibuat memiliki
daya rusak yang dahsyat. Sebab, inovasi pelanggaran kampanye, khususnya
di media sosial tidak semuanya bisa diantisipasi dengan aturan-aturan
pengawasan. Terlebih penyebaran kampanye bersifat negatif tidak dibuat
dari akun yang telah terdaftar di KPU, melainkan dari akun lain yang
mengaku relawan pasangan tertentu.
"Secara teknis, kita akan
membuat sistem informasi sebagai pusat pelaporan, tapi untuk mengawasi
kampanye, dari akun-akun lain kita butuh banyak masukan, seperti relawan
itu definisi luas, pastinya kita terus berkordinasi mengenai
aturan-aturan kampanye itu," demikian Afifuddin.
[san]
BERITA TERKAIT: