PKB: Sudah Saatnya Upah Jadi Alat, Bukan Tujuan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Minggu, 30 April 2017, 20:54 WIB
PKB: Sudah Saatnya Upah Jadi Alat, Bukan Tujuan
Muhaimin Iskandar/Net
rmol news logo Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menyampaikan ucapan selamat Hari Buruh bagi para buruh Indonesia. Dia berharap buruh bisa lebih baik dalam mengumpulkan uang yang halal.

"PKB mengucapkan Selamat Hari Buruh 1 Mei, dengan disertai semua harapan baik kepada mereka yang bekerja, yaitu bisa mengumpulkan rupiah demi rupiah gajinya dengan cara halal untuk keluarga," ujarnya dalam keterangan  tertulisnya, Minggu (30/4).

Cak Imin, begitu ia disapa, menjelaskan bahwa Hari Buruh 1 Mei yang ditetapkan sebagai hari libur melalui Keppres 24/2013 tidak lepas dari perjuangnnya saat menjadi Menteri Tenaga Kerja.

"Kalangan pekerja menyambut sukacita perjuangan itu. Mereka semua tersenyum gembira dan menerima Keppres 24/2013 sebagai kado kejutan," ujarnya.

Keppres tersebut, lanjut Cak Imin, berhasil menyudahi perdebatan tentang eksistensi 1 Mei sebagai Hari Buruh.
"Namun, polemik soal upah, hubungan kerja, dan syarat-syarat kerja terus bergulir," katanya.

Bagi PKB, kenaikan upah dan peningkatan syarat-syarat kerja tentu penting, namun daya tahan industri dan memelihara kemampuannya untuk berekspansi juga sama penting.

Oleh karenanya, sudah saatnya upah tidak lagi dilihat sebagai tujuan, namun sebagai alat. Baik sebagai instrument untuk mempromosikan peningkatan skill, mendukung kenaikan daya saing, maupun mendongkrak daya beli rakyat.

"Upah sebagai tujuan mensyaratkan kenaikan setinggi mungkin, apapun eksesnya. Namun upah sebagai instrument menjaga dengan cermat agar kenaikan upah sejalan dengan peningkatan skill dan daya saing," pungkasnya. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA