Hendri pada kesempatan itu menyampaikan tentang komunikasi politik yang sehat. Menurutnya, semua komunikasi politik selalu berkaitan dengan agenda setting.
"Tergantung ke arah mana pelaku komunikasi mengarahkannya. Agenda setting itu pasti dimulai dengan komunikasi politik," kata Hendri.
Ia mencontohkan perjalanan Presiden Joko Widodo yang dimulai dari Walikota Solo. Segala komunikasi politik yang dilakukan Jokowi sejak Walikota Solo merupakan agenda setting untuk memenangkan hati pemilik suara.
"Karena siapa yang memenangkan hati pemilik suara, itu lah yang akan menang," kata Hendri.
Mengenai komunikasi politik yang sehat, menurutnya adalah hal yang dapat di negosiasikan. Komunikasi politik yang sehat dapat ditentukan oleh si pelaku apakah ingin melakukan komunikasi politik yang sehat atau tidak.
Namun menurutnya, di dalam dunia komunikasi, jika komunikasi politik itu hanya normal-normal saja alias minim dinamika, tidak akan memancing animo masyarakat. Ia mengibaratkan permainan sepakbola yang membutuhkan banyak serangan-pertahanan yang atraktif agar menarik ditonton.
"Hanya saja, ibarat permainan sepakbola, kalau sehat-sehat aja gak rame. Biasanya karena kompetisi (politik), wajar ada komunikasi negatif-positif," demikian Hendri.
[rus]