Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Bamusi, Hamka Haq mengatakan bahwa Islam yang ada di Indonesia adalah toleran, penuh damai, dan menghargai ragam perbedaan. Dengan model ini pula, Islam berkembang dan tumbuh sejak zaman Walisongo hingga kini. Islam Indonesia juga sangat terikat erat dengan ketaataan kepada Pancasila dan UUD 1945.
"Dan mustahil kita mengatakan Islam itu rahmatan lil alamain bil masih megasikan agama, suku, atau etnis yang lain," kata Hamka Haq, saat menyampaikan sambutan.
Hamka juga mengatakan, acara tersebut bertujuan untuk menunjukkan pelaksaan syariat Islam tidak mesti melanggar aturan kehidupan bernegara. Wakil Ketua MKD DPR itu menuturkan pelaksanan syariat Islam harus menaati Pancasila dan UUD 1945.
"Kita negara hukum, agama yang kita laksanakan seharusnya sesuai prinsip rahmatan lil 'alamin," tegasnya, di hadapan sekitar 6 ribu jamaah.
Salah satu tanda Islam yang
rahmatan lil alamin adalah menebar kasih sayang juga perdamaian.
"Kalau ada orang menegasikan orang yang berlainan suku dan agama, atau etnis, sebenarnya dia bukan Islam
rahmatan lil alamin. Sebab Islam itu rahmat bagi semesta," ucapnya.
Sekum Bamusi Falah Amru menekankan bahwa Bamusi sebagai organisasi sayap PDI Perjuangan selalu bersikap tegak lurus termasuk dalam memenangkan pasangan Basuki-Djarot. Lebih-lebih banyak kebijakan Basuki-Djarot yang berpihak kepada kepentingan umat Islam.
"Termasuk membangun masjid raya Jakarta ini. Ada belasan dan puluhan kebijakan Basuki-Djarot yang sangat berpihak kepada umat Islam," ujar Falah.
Acara istighosah ini dihadiri Wasekjen DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah dan Ketua DPP PDI Perjuangan Sri Rahayu. Sementara ceramah agama disampaikan oleh Ketua PBNU Marsudi Syuhud serta dimeriahkan penampilan dari Ki Ageng Ganjur
.[wid]
BERITA TERKAIT: