Sekalipun anti-klimax, publik tidak lagi melihat Anies mencukur Ahok seperti debat sebelumnya, namun Paslon Kotak-Kotak tetap ofensif. Seting acara membuka kebobrokan pemerintahan daerah di bawah kendali Ahok Jarot. Kehadiran komunitas nelayan, rusun, transportasi dan UMKM buktinya.
Dahulu, setahun lalu, pasca menggusur Pasar Ikan, Ahok bilang tidak ada ikan di Teluk Jakarta. Ngga ada nelayan.
Lantas malam ini, tiba-tiba komunitas nelayan muncul. Gugat nasib mereka yang rusak akibat reklamasi. Ahok ngibul lagi. Anies mengklarifikasi bahwa desain dan konsep reklamasi Pa Harto berbeda. Senada dengan Menteri Susi, Anies bilang pulau reklamasi jadi salah satu penyebab Jakarta lebih rentan banjir.
Soal ngibul saat kampanye, Anies mengingatkan Ahok soal Bukit Duri. Ahok cengengesan. Suara ketawanya terdengar via microphone. Dulu, Ahok berjanji ngga gusur Kampung Pulo dan Bukit Duri. Setelah berkuasa, Bukit Duri disikat.
Proyek pencitraan relokasi rusun nyata ngga beres. Penghuni rusun dihadirkan dan mengeluh. Mereka jadi lebih sengsara setelah direlokasi (baca: ditangkar). Ahok minta maaf (lagi dan lagi). Dia akui ada kesalahan dalam desain program rumah susun. Seperti biasa, Ahok punya kambing hitam. Kali ini dia sebut "kontraktor maling" sebagai pelaku utama mismanagemen rusun.
Selain soal rusun, pemerintah Ahok Jarot gagal handle UMKM. Buktinya, pengusaha kecil masih dipersulit memperoleh pinjaman modal. Saya heran, Ahok Jarot ngapain aja selama berkuasa. Sandiaga merilis program OK OCE sebagai salah satu solusi bagi pengusaha kecil.
Masalah transportasi, Ahok sok tau. Dia bilang, sebelumnya dari Manggarai ke Blok M naik bis 4x. Netizen Fitria Dewi nyeletuk, "hellooow, KOPAJA S66 apaaah Kabaaarrrr?"
Baik Ahok, mau pun Jarot, memang bukan orang Jakarta. Wajar mereka ngga ngerti Jakarta.
Paling berbahaya dari pemikiran Ahok adalah di soal anak-anak putus sekolah. Dia menuding adanya anak-anak yang memang ngga mau sekolah. Solusi Ahok, pekerjakan mereka jadi buruh harian lepas. Bahasa kasarnya, jadi kuli.
Ini ekspresi dari orang keji. Frustasi. Dangkal dan ngga peduli. Peraturan tenaga kerja jelas melarang anak usia sekolah atau di bawah 17 tahun dipekerjakan. Dianggap ngga manusiawi. Hukum internasional juga melarang itu. Tapi Ahok mau mempekerjakan anak putus sekolah sebagai buruh harian lepas. Kacau banget orang satu ini.
[***]
Penulis merupakan aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KOMTAK)
BERITA TERKAIT: