LIPI: Gara-Gara Penodaan Agama Ahok, Kualitas Pilkada Jakarta Merosot Jauh

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Sabtu, 08 April 2017, 14:44 WIB
LIPI: Gara-Gara Penodaan Agama Ahok, Kualitas Pilkada Jakarta Merosot Jauh
Siti Zuhro/net
rmol news logo Kualitas perhelatan Pilkada DKI Jakarta dinilai merosot jauh dibandingkan dengan perhelatan yang sama, lima tahun silam. Kasus penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan hal tersebut terjadi.

"Pemilih pun tidak fokus pada isu substansial lagi. Fokusnya, justru pada isu-isu sekunder dan tersier," ungkap peneliti politik senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro dalam diskusi Bawaslu RI bertema "Evaluasi Penyelenggaraan Pilkada Serentak 2017" di Lembang, Bandung, Jawa Barat, Jumat (7/4).

Penilaiannya adalah pengetahuan masyarakat tentang program yang dibawakan calon. Proses kampanye, kata Siti, sejatinya menjadi kesempatan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan program calon kepala daerah. Namun, setelah muncul kasus perkara penodaan agama oleh Ahok kualitas berdemokrasi masyarakat seolah berkurang.

"Kita (masyarakat) berkepentingan untuk meningkatkan kualitas demokrasi kita melalui proses konsolidasi demokrasi," tambahnya.

Kebobrokan reklamasi Teluk Jakarta, lanjutnya, ikut teralihkan karena masyarakat lebih memperhatikan kasus penodaan agama. Padahal, reklamasi Teluk Jakarta merupakan program yang akan dilanjutkan oleh Ahok.

"Nah ini yang tidak sempat diberikan secara utuh. Kenapa? Karena ada interupsi akan isu-isu yang lain," demikian Siti.[san]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA