Kecakapan Dan Kinerja Harus Jadi Standar Memilih Kepala Daerah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Kamis, 06 April 2017, 08:56 WIB
Kecakapan Dan Kinerja Harus Jadi Standar Memilih Kepala Daerah
Nova Andika/Net
rmol news logo Memilih pemimpin di dalam Republik Indonesia yang bhinneka tunggal ika ini harus didasari pada kualifikasi modern berbasis nilai-nilai Pancasila. Seperti berdasarkan kecakapan, kemampuan dan bukti kinerja yang memadai.

"Bukan berdasarkan pada alasan-alasan tradisional, apalagi primordialistik. Memilih pemimpin itu misalnya, bukan bukan berdasarkan agama," kata Ketua PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), Nova Andika di hadapan jamaah pengajian dari Majelis Taklim 'Al Mukmin' di jalan Kramat Sentiong, Senen, Jakarta Pusat (Rabu, 5/4).

Pengajian Kebangsaan ini dilaksanakan oleh PP Bamusi yang merupakan organisasi sayap PDI Perjuangan. Pengajian dimulai dengan melantunkan ayat-ayat Al Qur'an Surat Yaasin. Pengajian yasin dan tahlil dipimpin oleh pimpinan Majelis Taklim, Hajjah Imas dan Hajjah Juju.

Dalam kesempatan ini, Nova juga memberi contoh pilkada DKI Jakarta. Menurutnya, kategori dan standar dalam memilih gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta pada 19 April mendatang harus didasarkan pada pelayanan kepada publik. Sebab pemimpin DKI Jakarta sejatinya adalah pelayan publik bagi warga Jakarta.

"Jadi bukan memilih pemimpin imam shalat ataupun imam masjid," tegas Nova yang juga Koordinator Wilayah Jakarta Pusat Pemenangan Basuki Djarot. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA