Ketua Umum JAMAN Iwan Dwi Laksono menilai bahwa hal tersebut sejalan dengan program ketersediaan pembangkit listrik dengan kapasitas 35.000 MW yang sudah dicanangkan pemerintah sebelumnya.
“Pemerintah serius bangun pembangkit listrik untuk kebutuhan rakyat,†ujarnya di Jakarta, Minggu (19/3).
Presiden Joko Widodo pada sabtu (18/3) meresmikan delapan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Mobile Power Plant (MPP) dengan total kapasitas 500 MW. Kedelapan PLTG MPP tersebut dipusatkan di PLTG MPP Parit Baru (Pontianak) yang berlokasi di Desa Jungkat, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.
Tambahan daya listrik ini diyakini dapat memenuhi kebutuhan listrik bagi 100 ribu rumah tangga. Hal itu diprediksi akan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi serta pembangunan bagi rakyat.
Selain itu, sejumlah provinsi lain di Indonesia juga akan menikmati manfaat pembangun PLTG tersebut. Pasalnya, selain menggunakan bahan baku gas yang harganya murah dan tidak merusak lingkungan, PLTG MPP dapat dipindahkan sesuai kebutuhan.
Menurut Iwan peresmian tersebut sudah tepat. Pasalnya, masalah terbesar dari masyarakat Kalimantan Barat saat ini adalah pasokan listrik.
“Penambahan pembangkit dan ketersediaan pasokan listrik sangat dibutuhkan,†jelasnya.
Ia berharap ketersediaan pasokan listrik tersebut mampu menjadi lokomotif pembangunan dan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat.
“Ketersediaan pasokan listrik juga menjadi dasar pembangunan yang berkelanjutan,†tutup Iwan.
[ian]