Hal itu sebagaimana dikatakan Eko saat Hakim Ketua Dwiarso Budi Santiarto mempertanyakan kedekatannya dengan terdakwa di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (7/3).
Eko mengaku perkenalan dengan terdakwa terjalin sejak tahun 2005 atau tepat saat menjadi kepala Bappeda Provinsi Bangka Belitung.
"Kenal yang mulia. Memang saya kenal dia sebagai Bupati, pada saat itu saya sebagai Kepala Bappeda, sering ketemu dalam rapat," akunya.
Eko bahkan mengaku pernah bersama-sama Ahok maju dalam Pilgub Bangka-Belitung 2007. Saat itu, Eko mencalonkan diri sebagai sebagai cawagub mendampingi Ahok.
Keduanya diusung oleh PKB, PNBP, PNBK, dan partai lainnya. Namun ketika itu mereka kalah.
"Kalah yang mulia. Diurutan kedua. Satu putaran. Selisihnya tipis, saat itu banyak sekali pemilih yang tidak memiliki kartu panggilan," bebernya.
[ian]
BERITA TERKAIT: