Menurut informasi yang didapat, Sohibul menyebut bahwa masih ada 12 WNI yang belum sama sekali diberikan kompensasi atau ganti rugi.
"Semoga dengan kedatangan Raja Salman, korban crane segera memperoleh kompensasi. Ini bagian dari keseriusan hubungan bilateral yang baik Indonesia-Saudi. Kemenlu harus bisa
follow up dengan cepat selama kunjungan Raja Salman di sini agar bisa terealisasi," kata Sohibul kepada wartawan, Senin (6/3).
Sebelumnya, Jurubicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir mengatakan bahwa dana santunan tersebut sebenarnya sudah dipersiapkan. Namun pemerintah Arab Saudi harus melakukan proses administrasi sebelum melakukan penyaluran santunan.
Tata, sapaan akrab Arrmanatha, menyatakan verifikasi terhadap para korban asal Indonesia sejauh ini sudah selesai dilakukan. Namun, proses penyaluran santunan itu harus menunggu hasil verifikasi korban dari negara-negara lain.
"Mereka tidak bisa membayarkan untuk Indonesia saja, harus menunggu dari negara lain juga. Untuk korban dari Indonesia, alokasinya sudah. Kita juga sudah sampaikan data-datanya," kata Tata beberapa waktu lalu.
[ian]
BERITA TERKAIT: